Manfaat Teknologi Informasi dan Komunikasi Dalam Dunia Pendidikan

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah dan memroses data sehingga dihasilkan informasi yang berkualitas. Informasi dapat digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, maupun pemerintahan. Alat bantu yang digunakan untuk pengolahan dan pemrosesan data inilah yang dinamakan teknologi komunikasi. TIK yang dalam bahasa Inggris dinamakan Information and Communication Technologies (ICT) bertumpu pada 2 hal, yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi.

Penerapan TIK sangat berkembang pesat dalam dunia pendidikan. Kebutuhan akan pembelajaran yang interaktif, inovatif, 2 arah, dan tidak terbentur oleh jarak dan waktulah yang menyebabkan TIK begitu populer. Pengaplikasian TIK dalam dunia pendidikan dapat menggunakan bantuan internet. Berbagai macam TIK yang kini telah diterapkan meliputi: e-learning, e-book, e-laboratory, e-education, dan e-library.

E-Learning merupakan suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media Internet, intranet, atau media jaringan komputer lain. (Hartley, 2001). Pembelajaran ini dapat bersifat formal dan informal. E-learning formal biasanya dikelola oleh perguruan tinggi untuk informasi mata kuliah, kurikulum, bahan-bahan kuliah, dan interaksi mahasiswa dengan dosen. Proses pembelajaran ini memungkingkan terjadinya proses belajar mengajar jarak jauh. Metode ini bisa diterapkan dengan intranet untuk lokal maupun melalui jaringan internet yang tidak terbatas oleh ruang, jumlah, dan waktu. Selain itu e-learning dapat juga berupa CD/DVD yang di dalamnya berisi materi pembelajaran yang sangat interaktif. Isi dari CD/DVD tersebut diwarnai dengan animasi, warna, dan video yang sungguh menarik, sehingga membuat proses belajar lebih menyenangkan. E-learning yang berbentuk CD/DVD ini banyaknya ditujukan untuk level Sekolah Dasar s.d Sekolah Menengah. Sedangkan untuk level mahasiswa lebih banyak menggunakan media internet.

E-book merupakan buku yang dikemas dalam bentuk digital. Bentuknya bisa berupa file pdf, html, word, txt, jpg, dll. Namun biasanya e-book dikemas dalam format pdf. E-book bermanfaat bagi pengguna ponsel, komputer, maupun laptop yang membutuhkan buku dalam bentuk digital. Dengan adanya e-book dapat menghemat alokasi tempat penyimpanan fisik buku serta menghemat biaya karena dapat dibaca dengan cuma-cuma. Selain manfaat dari sisi pembaca, e-book juga bermanfaat bagi penulis yang ingin mempromosikan buku hasil karyanya tanpa perlu datang ke penerbit. Beberapa e-book mata kuliah telah diluncurkan di internet dan sangat bermanfaat. Salah satu e-book dari buku yang mahal serta sangat bagus adalah Cryptography and Network Security karya William Stallings.

E-laboratory merupakan laboratorium yang diimplementasikan berbasis elektronik. Diperlukan fasilitas internet dalam pengaplikasiannya. Alat-alat laboratorium di buat dengan animasi yang atraktif. Animasi ini dapat membuat pengguna menjadi lebih memahami dan menjadi lebih tertarik dengan materi yang diberikan. Selain itu, e-laboratory juga dapat berisikan informasi tentang segala hal yang berkaitan dengan praktikum, dari jadwal praktikum, silabus, info pengajar, kelas, hingga ujian. Format-format laporan praktikum dan hasil ujian pun dapat diunggah di e-laboratory. Semakin berkembangnya ilmu teknologi, laboratorium pun dapat pindah ke dalam bentuk elektronik.

E-education menuangkan proses belajar mengajar melalui internet. Ini merupakan bagian luas dari TIK yang lainnya. Di dalam e-education tercantum e-learning, e-laboratory, dan e-library. Untuk menerapkan e-education yang baik, diperlukan banyak komponen seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Selain itu juga dibutuhkan sistem informasi yang memadai, silabus, fasilitas konsultasi, fasilitas chatting, forum, berita, dan video conference. Banyaknya komponen yang harus ditampung, dibutuhkan SDM yang kompeten dalam mengelolanya. Hal ini menyebabkan tidak murahnya pembangunan dan pengelolaan e-education, sehingga biayalah yang terkadang menjadi masalah dalam pengembangan e-education.

Perpustakaan digital atau e-library merupakan perpustakaan elektronik yang berisikan informasi dan dokumen perpustakaan. E-library telah menjadi begitu terkenal dewasa ini. Informasi yang disajikan dapat berkisar sekitar buku, jurnal, maupun makalah yang tersedia di perpustakaan. Pengguna juga dapat disajikan abstrak dari berbagai karya yang tersimpan di perpustakaan. Selain itu disediakan juga fasilitas untuk pencarian buku. Beberapa e-library ada yang memfasilitasi pengkopian dokumen dalam bentuk digital, namun ada juga yang hanya sanggup memberikan abstraknya saja dengan alasan keamanan data. E-library dirasa sangat bermanfaat terutama bagi mahasiswa yang membutuhkan referensi untuk skripsi atau bahan kuliah tanpa perlu selalu datang ke perpustakaan. Era digital memang telah berhasil memudahkan manusia dalam mendapatkan informasi maupun bahan dengan lebih mudah dan cepat.

Indonesia sedikit tertinggal dalam permulaan TIK, terutama di bidang pendidikan. Pada tahun 1990-an saja, di Belgia sudah mampu menerapkan TIK di sekolah-sekolah. Pada level Sekolah Menengah Pertama, ada mata pelajaran yang penyampaiannya menggunakan sistem aplikasi. Bahkan ujiannya pun menggunakan sistem aplikasi tersebut. Mulai dari identifikasi awal peserta ujian, pengisian soal, sampai hasil ujian dapat dilihat saat itu juga setelah memencet tombol “selesai”. Proses belajar yang demikian, memudahkan guru dan juga memberi pengetahuan lebih bagi siswa. Di tahun yang sama, Indonesia belum menerapkan sistem seperti itu. Bentuk pengajaran masih menggunakan metode konvensial. Pada tahun 2000-an mulai digalakkan TIK di dunia pendidikan Indonesia. Diawali dari tingkat Sekolah Menengah Atas dan berkembang hingga mencapai level yang dibawahnya. Siswa sangat berminat dengan perkembangan ini. Namun, perkembangan yang baik ini diimbangi juga dengan naiknya biaya pendidikan. Sekolah membebankan anggaran pengembangan TIK kepada para siswa. Hal ini menyebabkan TIK belum dapat dinikmati di semua lapisan masyarakat, masih terbatas pada sekolah yang mumpuni dan kuat secara finansial. Kedepannya diharapkan daerah-daerah pelosok dan siswa yang kurang mampu pun dapat menikmati pendidikan berbasis TIK.

4 thoughts on “Manfaat Teknologi Informasi dan Komunikasi Dalam Dunia Pendidikan

  1. rtikel bagus untuk bahan referensi…
    bagaimana kondisi ICT sekarang di dunia pendidikan….
    benar2 berguna atau tidak..?
    bagaimana dengan penyalah gunaan internet bagi anak2 sekolah jaman skrg.?
    dibahas ye di artikel beerikutnya…
    mantabs…

    • ICT sekarang sudah lebih berkembang dan sangat berguna…namun bagaimanapun, semua teknologi pasti ada positif dan negatifnya…seperti yang abi kenzie tanyakan “penyalahgunaan internet”…

      Oke deh abi…akan dibahas berikutnya😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s