Penyalahgunaan Internet Oleh Remaja

Internet merupakan media informasi dan komunikasi yang sering digunakan dewasa ini. Pertukaran data yang cepat tanpa terhalang oleh jarak dan waktu menjadi jagoan internet. Dari tahun ke tahun, pengguna internet semakin meningkat. Pada tahun 2010, seperti yang dilansir oleh Danish Net, pengguna internet terbanyak di dunia adalah Cina dengan pengguna sebanyak 456.238.464 orang. Jumlah ini adalah 34% dari keseluruhan populasi Cina. Pengguna internet terbanyak di belakang Cina adalah Amerika Serika dengan 243.542.822 orang dan India dengan 121.567.256 orang. Meski Cina menempati urutan teratas dalam jumlah pengguna, tetapi jika dibandingkan dengan jumlah populasi Cina, angka ini masih di bawah 50%. Jika dibandingkan jumlah pengguna internet dengan jumlah populasi negara, maka Falklands Island menempati urutan pertama dengan 95,84%, diikuti oleh Norwegia dengan 93,39% , dan Belanda dan Swedia dengan masing – masing 90%. Indonesia sendiri menempati urutan ke – 21 dari segi jumlah pengguna, yaitu sebanyak 22.110.119, yang merupakan 10% dari jumlah populasi.

Pengguna Internet kota – kota besar Indonesia pada tahun 2011 berdasarkan hasil riset yang dirilis oleh Marketeers, berada dikisaran 40 – 45 %. Riset ini meliputi Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok, Bekasi, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Palembang, Denpasar, dan Makassar. Riset juga membandingkannya dengan pengguna pada tahun 2010. Pada tahun 2011 terjadi peningkatan pengguna sebanyak 13 juta orang dibandingkan dengan tahun 2010, seperti yang diberitakan oleh Kompas. Riset juga mencermati usia pengguna internet, yang mayoritas merupakan pengguna dengan usia 15 – 30 tahun.

Internet memilki banyak kelebihan. Banyak proses kerja dan komunikasi menjadi lebih cepat dengan bantuan internet. Kelebihan yang dimiliki oleh internet ini, bukan berarti tanpa celah. Penggunaan internet juga banyak disalahgunakan, diantaranya: konten – konten yang tidak bertanggung jawab (pornografi), ancaman virus, penyalahgunaan fasilitas internet banking, pencurian karya cipta, dan pemberitaan yang tidak bertanggung jawab. Dari sekian penyalahgunaan internet yang telah disebutkan, pornografilah yang paling mengkhawatirkan bagi pengguna remaja.

Merebaknya situs – situs yang memuat konten yang bersifat pornografi merupakan masalah yang mengkhawatirkan bagi dunia internet. Internet yang bersifat terbuka semakin membuat situs – situs ini mudah diakses oleh siapapun, dengan usia berapapun. Hal ini tentulah harus menjadi perhatian bagi para orang tua supaya bisa menjaga anak –anaknya dalam menggunakan internet. Bahkan sudah sering terjadi pelecehan seksual terhadap remaja yang diawali dari interaksi di internet.

Remaja berada dalam posisi tengah – tengah dipandang dari segi kematangan, dibilang anak – anak sudah tidak, dewasa pun belum. Remaja masih labil dan butuh arahan dari orang tua. Penipuan dan kejahatan seksual terhadap remaja diawali dari rasa penasaran terhadap orang lain, hingga mudah percaya pada orang yang baru saja dikenalnya. Pengawasan orang tua yang tidak minim pun terkadang tidak luput dari kejahatan ini. Sudah banyak kasus remaja – remaja yang hilang atau minggat dari rumah setelah berkenalan melalui dunia maya. Bahkan hilangnya ini juga dapat dibumbui dengan pelecehan seksual hingga pembunuhan.

Situs – situs porno yang bebas diakses membuat remaja yang masih penasaran ini semakin bebas. Kurangnya pengetahuan mengenai hal – hal yang berkaitan dengan pornografi dapat memicu para remaja meniru adegan – adegan seperti yang ditampilkan di situs porno.

Selain di rumah, fasilitas internet juga tersedia di warung internet (warnet). Warnet yang awalnya hanya menyediakan fasilitas komputer, printer, dan internet, lambat laun mulai memanjakan konsumen dengan fasilitas ruangan yang nyaman, privat (ruangan di sekat menjadi bilik – bilik), dan tersedianya makanan dan minuman. Warnet yang sedemikian nyamannya membuat beberapa remaja berani membuka situs porno dan bahkan mempraktekkannya di tempat.

Selain konten pornografi, internet juga membawa dampak candu lainnya, yaitu games. Remaja mampu menghabiskan seharian untuk bermain games, hingga mengganggu belajar dan sekolah. Bahkan ada games yang memungkinkan jual beli. Harganya pun terbilang tidak murah untuk kantong seorang remaja. Candu ini dapat membuat remaja menjadi kalap, mencari berbagai cara mendapatkan uang untuk pembelian tersebut.

Mengatasi penyalahgunaan internet pada remaja yang sudah sedemikian maraknya, diperlukan peran dari orang tua, guru, dan juga kesadaran diri remaja itu sendiri. Orang tua sebisa mungkin melindungi komputer anak – anaknya sehingga tidak bisa mengakses situs porno dan juga memberikan perhatian yang lebih sehingga anak tidak mencari kesenangan lain di luar rumah. Warnet juga sudah sepantasnya memblokir semua situs porno dan dilengkapi dengan CCTV yang memungkinkan pengawasan terhadap pelanggan, sehingga dapat mencegah terjadinya pornoaksi.

One thought on “Penyalahgunaan Internet Oleh Remaja

  1. Pingback: Penyalahgunaan Internet Oleh Remaja | saint coal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s