Beragam Jenis Monitor Komputer

Komputer adalah alat elektronik yang mampu melakukan beberapa tugas, yaitu menerima input, memproses input sesuai dengan instruksi yang diberikan, menyimpan perintah-perintah dan hasil pengolahannya, serta menyediakan output dalam bentuk informasi. (Blissmer, 1985). Salah satu piranti yang terkait dengan komputer adalah monitor.

Monitor merupakan alat yang memvisualisasikan data yang diproses di dalam komputer. Pada monitor terdapat layar yang dapat menampilkan hasil input dalam bentuk teks maupun gambar diam ataupun bergerak. Monitor inilah yang menghubungkan manusia dengan komputer. Tahap perkembangan monitor dimulai dari ditemukannya tabung sinar katoda oleh Heinrich Geibler pada tahun 1855. Layaknya komputer, hingga kini pun monitor masih mengalami perkembangan. Monitor dapat digolongkan dalam berbagai segi: teknologi, kemampuan warna, ukuran, resolusi, dan bentuk.

Dilihat dari segi teknologi, terdapat 4 jenis monitor, yaitu: Catoda Ray Tube (CRT), Liquid Crystal Dysplay (LCD), LED, dan plasma. Monitor CRT merupakan monitor tabung yang menghasilkan medan elektromagnetik, sehingga terciptanya gambar. Disebut monitor tabung dikarenakan monitor jenis ini menggunakan tabung sinar katoda sebagai layar penampilnya. Gambar yang dihasilkan dapat diperkuat ataupun diperlemah. Radiasi elektromagnetik yang dihasilkan cukup kuat sehingga menimbulkan kekhawatiran bahaya kanker bagi sebagian orang. Monitor CRT merupakan monitor dengan teknologi yang termurah kini. Monitor ini mulai merajalela pada tahun 1980. Layar dari monitor CRT ada yang cembung dan juga datar. Warna yang dihasilkan sangat akurat, bahkan hampir mendekati aslinya, sehingga menjadikan monitor ini tetap dipakai oleh desainer. Monitor ini cukup bandel, tidak mudah rusak. Sekalipun rusak, monitor CRT mudah untuk diperbaiki. Monitor CRT juga tersedia dalam berbagai ukuran piksel. Ukuran piksel yang berubah-ubah tidak akan mempengaruhi kualitas gambar. Selain kelebihan-kelebihan tersebut, monitor CRT juga memiliki kelemahan. Ukuran monitor ini cukup besar, kurang fleksibel, dan berat. Daya listrik yang dibutuhkan juga cukup besar. Meskipun monitor CRT masih menjadi pilihan utama bagi desainer, namun jumlahnya di pasaran sudah jarang sekali. Pada tahun 1997, monitor CRT mempunyai pesaing berat, yaitu monitor LCD.

Monitor LCD tidak menggunakan tabung, tetapi menggunakan sejenis kristal cair. Kristal cair ini merupakan molekul yang ditemukan oleh Rjeinitzer pada tahun 1888. Berbagai komponen yang terdapat di dalam monitor LCD antara lain: polaroid belakang, elektroda belakang, plat kaca belakang, kristal cair, plat kaca depan, elektroda depan, dan polaroid depan. Monitor ini juga seringkali disebut Flat Display Panel (FDP) dikarenakan bentuk layarnya yang pipih. LCD terbagi atas LCD biasa (matrik pasif) dan Thin Film Transistor (TFT) LCD (matrik aktif). TFT LCD mempunyai transistor sebanyak piksel yang ditampilkan. Hal ini mengakibatkan warna yang dihasilkan akan lebih cerah. Transistor yang banyak ini menyebabkan pemakaian daya menjadi tinggi. Dibandingkan dengan monitor CRT, monitor LCD memiliki berbagai kelebihan. Resolusi yang dimiliki lebih tinggi dibandingkan dengan monitor CRT. Lebih hemat listrik, karena daya listrik yang dibutuhkan lebih rendah. Bentuknya yang pipih juga memudahkan untuk dibawa-bawa, irit tempat, dan ringan. Selain keunggulan tersebut, monitor LCD memiliki kekurangan, terutama dari segi harganya yang mahal. Monitor ini juga tidak fleksibel seperti monitor CRT dari segi resolusi. Sudut pandang juga terbatas, hal ini berkaitan dengan reproduksi warna, saturasi, dan tingkat kecerahan. Hal ini menyebabkan monitor LCD seringkali tidak terlihat jelas ketika melihatnya tidak lurus dari depan. Monitor LCD kini semakin terjangkau, dengan harganya yang makin bersahabat.

Monitor LED berbentuk datar dan pipih seperti LCD, namun lebih baik dari segi kualitas gambarnya. Hal ini dikarenakan persentase NTSC colour gamut yang dimiliki oleh monitor LED lebih tinggi. Monitor ini juga dilengkapi dengan Color Management System yang membuat warna semakin jernih. Dari segi sudut pandang, monitor LED juga lebih baik dibandingkan dengan monitor LCD. Kelebihan lainnya dari monitor ini adalah kebutuhannya akan daya listrik yang rendah.

Selain 3 jenis monitor tersebut, masih ada monitor plasma yang teknologinya merupakan gabungan dari monitor CRT dan LCD. Sudut pandang sebaik CRT dan ketipisan menyerupai LCD. Monitor plasma seringkali disebut plasma gas, dikarenakan digunakannya gas untuk menampilkan gambar. Monitor ini berbasis matrik aktif yang menggunakan teknologi Organic Light Emitting Diode (OLED). Kemampuan penayangan dari monitor ini mendekati kemampuan monitor CRT. Warna yang dikeluarkan pun sangat baik. Monitor plasma memilki sel plasma yang secara otomatis akan menjadi tidak aktif pada bagian yang gelap. Selain produksi warnanya yang baik, monitor plasma juga unggul dari segi suara. Monitor ini dapat di pasang di dinding. Hal ini menjadikan monitor plasma banyak dipilih sebagai monitor yang dipasang pada acara-acara penting. Selain berbagai kelebihannya, monitor plasma juga memiliki kekurangan. Resolusi yang dimiliki rendah dan juga membutuhkan daya yang cukup besar.  Monitor ini juga cukup berat karena pengaruh dari gas tersebut.

Dilihat dari kemampuan warna, monitor terdiri atas 3 jenis: monochrome, gray-scale, dan colour. Monitor monochrome memilki warna muka dan warna belakang, yaitu hitam dan putih, hijau dan hitam, dan kuning dan hitam. Sedangkan monitor gray-scale merupakan monitor monochrome yang dapat menampilkan bayangan ungu yang berbeda. Disamping itu, terdapat juga jenis monitor yang memilki warna yang berbeda hingga 1 juta. Monitor inilah yang disebut dengan monitor colour. Monitor ini menerima sinyal merah (red), hijau (green), dan biru (blue). Maka dari itu, monitor ini seringkali disebut sebagai monitor RGB.

Ukuran layar monitor sangat bervariasi, bisa mencapai 27 inci. Resolusi yang ditawarkan juga beragam, bahkan bisa mencapai 1600 hingga 1200 piksel. Bentuk monitor pun ada yang segi empat, ada juga yang persegi panjang. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kualitas monitor antara lain: bandwidth, refresh rate, interlacing, dot pitch, dan convergence. Disamping itu, beberapa aspek juga dapat dijadikan ukuran kelebihan dan kekurangan suatu monitor. Aspek-aspek tersebut adalah: aspek rasio, resolusi layar, lamanya respon, rasio kontras, konsumsi daya, dan sudut pandang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s