Perkembangan Kamera Melintasi Masa

 

Image

Kamera adalah suatu alat yang memiliki fungsi untuk menangkap gambar dan mengabadikannya. Hasil gambar dari kamera disebut dengan foto. Alat ini sangat populer di kalangan fotografer, sebagai orang yang sehari-harinya bekerja memotret dengan kamera. Kamera pertama yang diciptakan adalah kamera obscura, yaitu kamera yang terdiri dari ruang gelap yang dapat memantulkan cahaya melalui penggunaan 2 buah lensa konveks untuk kemudian menempatkan gambar obyek pada sebuah kertas. Kamera ini ditemukan oleh Alhazen.

 

Pada generasi berikutnya, kamera obscura dikembangkan oleh ilmuwan Inggris yang bernama Robert Boyle dan Robert Hooke. Mereka mengembangkan kamera obscura menjadi bentuk portable (bisa dibawa). Namun demikian, kamera praktis pertama yang benar-benar mudah dibawa adalah kamera yang ditemukan oleh Johann Zahn. Kamera model Zahn menggunakan slide tambahan pada sebuah plat sensitif yang terdapat di depan lensa kamera sebelum pengambilan gambar.

 

Generasi yang lebih canggih, Joseph Nicepore Niepce berhasil menemukan kamera yang dapat menampilkan gambar dari bayangan yang dihasilkan kamera. Gambar hasil dari kamera tersebutlah yang kini dikenal sebagai foto pertama di dunia. Niepce tidak bekerja sendirian, tetapi dibantu oleh Louis Daguerre. Sepeninggal Niepce, Daguerre tetap melanjutkan penelitiannya pada kamera, hingga akhirnya menemukan sebuah sistem praktis fotografi yang dinamakan daguerreotype.

 

Awal abad ke 20, kamera Mammoth berhasil diciptakan oleh seorang fotografer. Kamera ini sangat berat, sehingga untuk mengangkatnya saja dibutuhkan banyak manusia. Kamera yang tidak praktis sama sekali.

 

Masa kini, berbagai jenis kamera telah dikembangkan, diantaranya:

1. Kamera kompak dijitel

Kamera kompak dijitel merupakan kamera yang paling praktis diantara semua kamera modern masa kini. Kamera ini mudah digunakan dan yang paling banyak digunakan oleh khalayak ramai. Selain karena alasan ringkas dan praktis, harganya pun cukup murah, berkisar antara Rp. 700.000 s.d              Rp. 1.500.000. Kamera jenis ini mempunyai  sensor yang kecil dan kualitas gambar seadanya.

 

2. Prosumer

Kamera prosumer merupakan suatu kamera transisi dari kamera  saku dan DSLR. Kamera ini mempunyai bentuk yang mirip dengan kamera DSLR. Harga prosumer berkisar antara Rp. 1.800.000 s.d Rp. 4.000.000. Kamera prosumer mempunyai kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan kamera kompak, sepadan dengan harganya yang lebih mahal. Meskipun demikian, kamera prosumer tidak memiliki zoom yang terlalu bagus. Kamera ini disarankan hanya untuk hobi saja dan bukan diperuntukkan bagi pemula, karena memiliki pengaturan manual yang terkadang hanya dapat dimengerti oleh orang yang sudah terbiasa dengan kamera.

 

3.  Kamera DZLR

Kamera DZLR mempunyai bentuk yang mirip dengan DSLR. Memiliki kualitas gambar yang bagus dan zoom yang besar. Kamera DZLR juga mempunyai sensor yang sama dengan prosumer, tetapi tidak sebesar dan sebaik sensor DSLR. Harga DZLR hampir sama dengan prosumer, yaitu berkisar antara    Rp. 1.500.000 hingga Rp. 4.000.000. Kamera ini mempunyai fungsi manualnya juga. Pada beberapa level, kamera ini mempunyai keunggulan dibandingkan dengan DSLR.

4. Kamera DSLR

Kamera DSLR (Digital Single Lens Reflex) merupakan kamera yang wajib bagi fotografer profesional. DSLR mempunyai zoom yang baik, lensanya pun bisa diganti-ganti sesuai dengan kebutuhan. Harga DSLR relatif lebih mahal dibandingkan dengan jenis kamera lainnya. Hal ini tentunya sepadan dengan kualitasnya yang juga bagus.

 

5. Tanpa cermin

Kamera tanpa cermin merupakan kamera yang tidak memiliki cermin. Bentuknya mirip dengan DSLR dan mempunyai kualitas gambar yang hampir sama dengan DSLR. Lensa kamera tanpa cermin bisa diganti-ganti. Kamera tanpa cermin mempunyai bentuk yang kompak. Harganya relatif mahal, berkisar di angka Rp.7.000.000.

 

6. Kamera butik

Kamera butik merupakan jenis kamera mahal masa kini. Harganya bisa di kisaran Rp. 10.000.000 s.d Rp. 70.000.000. Kamera yang jelas bukan untuk pemula. Memiliki kualitaslebih baik dibandingkan dengan DSLR. Ditunjang juga dengan bentuknya yang kompak. Kamera ini mempunyai fungsi yang seluruhnya manual, sehingga benar-benar diperuntukkan bagi kalangan profesional yang ingin mendapatkan kualitas gambar yang benar-benar bagus dan memiliki uang lebih.

 

Berbagai jenis kamera dari kualitas biasa sampai berkualitas sangat baik sudah beredar di pasaran, dengan harga yang tentunya bervariasi. Berbagai jenis ini memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Semua bergantung juga pada siapa yang memakai dan kebutuhannya. Jika pengguna merupakan pemula, tidak disarankan untuk membeli kamera dengan harga mahal yang nantinya tidak dapat terpakai dengan sempurna. Sedangkan untuk para profesional, disarankan memilih kamera dengan kualitas baik dan harga terjangkau sesuai dengan kemampuannya. Sesuatu akan menjadi baik ketika diletakkan pada porsinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s