Internet Sebagai Media Kampanye

Pemilu adalah singkatan dari pemilihan umum yang merupakan proses demokrasi untuk memilih orang-orang dalam jabatan politik tertentu. Di Indonesia, pemilu dibadi menjadi 2 tahap, yaitu pemilu legislatif dan pemilu presiden. Pemilu legislatif merupakan proses pemilihan wakil-wakil rakyat yang menduduki kursi legislatif, yaitu DPRD, DPD, dan DPR. Sedangkan premilu presiden merupakan proses pemilihan presiden dan wakil presiden untuk periode 5 tahun ke depan. Pemilu di Indonesia menganut sistem Luber (Langsung, Umum, Bebas, dan Rahasia). Pemilu yang berlangsung merupakan pemilu langsung dipilih oleh rakyat, tidak melalui perwakilan. Dalam pemilu, para peserta pemilu menyampaikan program-program kinerjanya melalui kampanye. Kampanye dilakukan pada periode waktu tertentu yang telah ditetapkan dan berlangsung sebelum proses pemilu.

Berbagai jenis media digunakan sebagai sarana kampanye, diantaranya:
1. Media cetak seperti koran, tabloid, dan majalah;
2. Media elektronik/internet seperti jaringan sosial (facebook dan twitter), blog, SMS, dan situs-situs elektronik;
3. Media penyiaran seperti radio dan televisi;
4. Spanduk;
5. Baliho;
6. Leaflet;
7. Poster.

Media yang sedang tren digunakan untuk kampanye pada masa kini adalah media elektronik/internet. Salah satu partai politik pada pemilu legislatif tahun 2014 bahkan terang-terangan lebih memanfaatkan media internet sebagai wahana penyampaian kampanye. Selain dianggap lebih murah, media ini dinilai mampu menjaring masyarakat yang lebih luas dan dalam. Jika ditilik lebih lanjut, media internet memang menjanjikan sebagai sarana penyampaian kampanye. Seperti contohnya melalui facebook ataupun twitter, pengguna kedua jaringan sosial tersebut mencapai angka milyaran dan digunakan oleh orang-orang dari berbagai belahan dunia, termasuk WNI yang bermukim di luar negeri. Kampanye melalui radio, televisi, spanduk, bahkan baliho hanya mampu menembus warga yang bermukim di Indonesia, sedangkan jaringan sosial lebih luas. Melalui jaringan sosial, peserta pemilu dapat dengan leluasa menyampaikan program-program kinerjanya dan dapat langsung melihat tanggapan dari masyarakat, sehingga dapat dijadikan saran dan masukan baginya untuk menjadi lebih baik.

Selain melalui facebook dan twitter, kampanye juga dilakukan melalui SMS. Namun dengan SMS ini terdapat pro dan kontra, ada yang suka dan ada yang tidak. Jika melalui facebook ataupun twitter, masyarakat bisa menjadi teman atau pengikut atas kemauan sendiri, sedangkan jika SMS tidak demikian. SMS kampanye dikirimkan tanpa diminta oleh penerima SMS dan hal ini terkadang tidak bisa diterima oleh pihak-pihak tertentu bahkan jika itu hanya berupa 1 SMS. Media SMS juga dinilai kurang efektif karena peserta pemilu tidak dapat dengan leluasa menyampaikan program-program kinerjanya dan hanya bersifat satu arah, yaitu SMS dikirimkan oleh pihak provider tanpa bisa dibalas oleh penerima pesan.

Media periklanan dan elektronik kini menjadi hal yang sulit terpisahkan. Hal tersebut yang menjadikan banyak peserta pemilu memanfaatkan iklan-iklan di berbagai media elektronik sebagai wahana berkampanye. Jika iklan tersebut hanya berupa gambar dan tulisan, rasanya masih belum memuaskan dan menarik minat masyarakat. Tetapi jika iklan itu dapat dikemas dalam sebuah video pendek tentunya akan menarik. Pada pemilu legislatif 2014, terdapat partai politik yang memiliki iklan televisi yang cukup menarik. Dari segi bahasa, visual, dan wacana sungguh menarik minat masyarakat. Hal ini pun terlihat dari hasil pemilu yang menjadikan partai tersebut melesat bila dibandingkan dengan perolehan 5 tahun silam. Namun perolehan ini dirasa dapat meningkat, apabila saat kampanye, video iklan tersebut dipasang juga di situs-situs terkenal yang memang banyak dikunjungi masyarakat, tentunya dengan durasi yang lebih pendek. Selain kelebihan tersebut, ada juga masyarakat yang tidak menyukai iklan kampanye dipasang di situs-situs, karena menyebabkan lebih lambat dan mengganggu pandangan. Semua tentunya kembali lagi kepada individu masing-masing.

Selain berbagai media elektronik/internet yang telah disebutkan, masih ada media lainnya, yaitu blog. Melalui blog, peserta pemilu tidak hanya dapat menyampaikan program-program kinerja, tetapi juga dapat menyampaikan profil serta kegiatan-kegiatan kepartaiannya. Blog juga memfasilitasi fitur komentar untuk pengunjung yang ingin memberikan komentar-komentar terkait tulisan-tulisan dari pengguna blog. Meski blog bisa dimanfaatkan lebih luas dibandingkan media internet lainnya, namun menarik pengunjung blog bukanlah hal yang mudah, membutuhkan usaha yang lebih dibandingkan media elektronik/internet lainnya. Bisa jadi dalam 1 hari hanya 5 pengunjung yang mampir dan hal ini tentunya menjadi tidak efektif digunakan sebagai media kampanye.

Secara umum, keuntungan berkampanye melalui media internet adalah sebagai berikut:
1. Lebih murah;
2. Dapat berinteraksi secara 2 arah dengan masyarakat;
3. Efisien secara waktu dan tempat.

Dengan alasan-alasan inilah media internet menjadi wadah kampanye yang mulai digemari pada tahun 2014. Bukan tidak mungkin, nanti pada kampanye pemilu presiden akan banyak menjamur jasa-jasa pembuatan kampanye melalui media internet. Selain menguntungkan peserta pemilu, juga menguntungkan bagi penyedia jasa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s