Kejahatan Dalam Transaksi Perbankan

E-Banking

Transaksi perbankan merupakan kejadian ekonomi yang melibatkan sedikitnya 2 pihak yang saling melakukan pertukaran dalam bidang perbankan. Transaksi perbankan kini sudah lebih modern dengan hadirnya e-banking. Dengan adanya e-banking mempermudah nasabah dalam melakukan transaksi perbankan. Beberapa jenis transaksi e-banking adalah sebagai berikut:
1. Internet banking
Internet banking merupakan transaksi perbankan yang dilakukan melalui komputer yang terhubung dengan jaringan internet bank.
2. Phone banking
Phone banking merupakan layanan yang diberikan oleh bank kepada nasabah dengan tujuan mempermudah nasabah mendapatkan informasi perbankan dan transaksi tidak tunai melalui telepon.
3. Mobile banking
Mobile banking merupakan transaksi perbankan yang dapat diakses langsung melalui telepon seluler dengan menggunakan SMS ataupun aplikasi khusus mobile banking.
4. SMS banking
SMS banking merupakan layanan yang diberikan bank kepada nasabah untuk mempermudah nasabah memperoleh informasi perbankan melalui media SMS.

Transaksi-transaksi yang biasanya dilakukan dengan e-banking adalah: informasi saldo, transfer saldo, pembayaran, informasi nilai tukar, mutasi rekening, dan pembelian pulsa. E-banking memiliki keunggulan, yaitu mudah digunakan dimana saja dan kapan saja. Namun demikian, kemudahan ini juga beresiko terhadap kejahatan dalam transaksi perbankan. Pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab sangat menyukai untuk menemukan celah dalam transaksi e-banking untuk kemudian membobolnya dan menggunakan akun nasabah secara tidak bertanggung jawab. Dalam mengatasi kejahatan tersebut, bank-bank telah mencoba untuk meningkatkan pengamanannya. Selain adanya kata kunci, untuk transaksi yang bersifat memindahkan saldo, dibutuhkan semacam PIN.

Demi menjaga keamanan dalam transaksi perbankan, nasabah diharapkan merahasiakan kata kunci, PIN, maupun kode akses e-banking. Diperlukan kewaspadaan juga saat menggunakan jaringan internet untuk memilih yang aman. Belum lama ini juga tersiar kabar beberapa kartu ATM suatu bank di Indonesia banyak yang diblokir karena adanya dugaan sabotase oleh pihak yang tidak berwenang. Pembobolan dana nasabah melalui ATM ini sudah marak beberapa tahun belakangan. Meskipun demikian, masih saja banyak warga yang tertipu dan terjebak dalam kejahatan tersebut.

Antisipasi dan konsentrasi penuh diperlukan saat akan melakukan transaksi di ATM. Pastikan lampu indikator kartu di ATM menyala. Biasanya lampu mati ketika telah dipasang suatu alat sadap. Ketika transaksi lebih lama dari biasanya, diusahakan jangan panik dan jangan percaya pada nomor customer service yang tertera di mesin ATM. Jika kartu tertelan, segera blokir kartu dan jangan percaya ketika ada orang yang menawarkan bantuan. Selain itu, tidak ada salahnya mengaktifkan fitur SMS alert, sehingga ketika ada transaksi yang mencurigakan dapat segera diketahui dan segera ditindaklanjuti.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s